Site icon Baladena.ID

Belum Mapan, Tapi Ingin Menikah?

Siapa yang tidak ingin menikah? Pasti setiap manusia memiliki keinginan untuk menikah. Menikah itu sangat penting. Selain untuk memperbanyak keturunan, seorang istri bagi suaminya akan menjadi bidadari dunia dan akhirat. Dengan menikah seseorang pula dapat memperoleh kebahagiaan, ketenangan hidup, sehingga dapat saling bersinergi dalam berumah tangga.

Menikah memanglah penting, tetapi bukan berarti harus terburu-buru dalam menikah. Apabila kita belum siap, maka jangan paksakan diri untuk menikah. Namun ada yang berpendapat bahwa  mempercepat pernikahan  itu lebih baik agar terhindar dari dosa.

Terkadang seseorang galau dan bimbang dalam memutuskan sebuah pernikahan. mapan dulu baru menikah atau menikah dulu  lalu mencari kemapanan bersama? Apalagi ditambah pertanyaan dari keluarga, sahabat, serta saudara mengenai kapan menikah?

Salah satu yang harus dipersiapkan sebelum menikah yaitu kesiapan secara intelektual dan finansial. Kesiapan secara intelektual ditandai dengan kemampuan individu dalam berfikir, dapat menyelesaikan suatu permasalahan, serta mengetahui seputar kehidupan berkeluarga. Hal tersebut harus didukung dengan kesiapan secara finansial. Memang uang bukanlah segala-galanya, tetapi dalam berumah tangga pasti membutuhkan uang yang cukup. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, biaya pernikahan sampai biaya kehamilan, serta biaya pendidikan anak.

Menikah dulu baru mapan

Bahagialah bagi mereka yang menikah sebelum mapan, bahagialah bagi mereka yang sudah memiliki pasangan sebelum mapan. Karena dengan menikah sebelum mapan  dapat melewati kehidupan bersama-sama dari titik nol dengan segala kesederhanaan dalam perjuangan, akan tumbuh kecintaan yang luar biasa. Jangan khawatir takut miskin dan kesusahan dalam berumah tangga, karena Allah SWT telah berfirman dalam  Q.S An-Nur ayat 32

Baca Juga  Isyarah al-Qur’an: Umat Islam Jangan Memperdebatkan Ucapan Selamat Natal

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمُُ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

Mengenai ayat di atas,  Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata

اِلْتَمِسُوا الغِنَى فِي النِّكَاحِ

“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.”

Sungguh sangat jelas dalam ayat dan hadits tersebut bahwa orang yang telah menikah jangan pernah takut akan kemiskinan, karena Allah akan memberikan kecupan kepada orang yang telah menikah.

Hal itu terbantahkan dengan realita saat ini, kebanyakan orang menikah sebelum mapan membuat hubungan tidak harmonis. Nyatanya, fenomena yang terjadi dimasa pandemi ini adalah naiknya angka perceraian. Menurut H. Solekh, pegawai KUA Indramayu “Perceraian  terjadi banyak disebabkan kurangnya pengetahuan atau kesiapan pasangan dalam berumah tangga.”

Angka perceraian di Indonesia sangatlah tinggi, bahkan dapat mencapai 50 kasus setiap satu jam. Menurut Pakar Ketahanan Keluarga IPB University Ada 70 juta keluarga di mana 20%-nya Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), 43% belum sejahtera, 9% miskin, 10% lansia, dan tingkat cerai tinggi sekitar 1.200 per hari atau 50 perceraian yang ketok palu per jam.

Dengan hal ini, kita harus bijak dalam memutuskan suatu perkara dengan berbagai pertimbangan yang matang. Untuk kalian generasi yang memilih untuk Menikah dulu baru mapan, persiapkan pernikahan dengan baik  agar tidak terjadinya perceraian dalam rumah tangga.

“Kamu itu lebih baik mapan dulu baru menikah, agar tidak dipandang sebelah mata oleh pasanganmu!”

Secara teori, banyak yang mengatakan bahwa lebih baik mapan dulu baru menikah, baik mapan secara intelektual maupun finansial. Tentu saja, hal ini dapat difahami karena setelah menikah pasti seorang lelaki memiliki tanggung jawab yang besar sebagai kepala keluarga. Karena pernikahan itu bukan hanya berbicara tentang cinta dan perasaan, tetapi banyak persoalan yang harus dipenuhi dan diselesaikan. Hal ini tidak terlepas dari kesiapan intelektual dan finansial.

Dengan demikian, sebenarnya tidak menjamin kemapanan itu bisa membuat langgeng dalam berumah tangga. Karena yang membuat langgeng dalam berumah tangga adalah saling bersinergi dan tanggung jawab dalam merawat keluarga.

Namun, bukan berarti kemapanan itu tidak penting. Dengan kemapanan kita bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga, setidaknya memberikan fasilitas untuk tempat tinggal, makan, dan pendidikan anak. Sehingga terciptanya keluarga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah (SaMaWa)

Ketika ingin mapan sebelum menikah, kita harus memiliki standar kemapanan yang akan di raih. Standar kemapanan itu sangatlah penting, agar menjadi acuan kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan. Setiap individu memiliki standar kemapanan yang berbeda-beda, ada yang mengatakan bahwa standar kemapanan itu ketika sudah mempunyai mobil sendiri, rumah sendiri, tabungan dari kerja keras sendiri, dan lain-lain. Sehingga hal tersebut menjadi tolak ukur untuk memutuskan kapan waktu menikah yang tepat.

Keinginan untuk mapan dulu baru menikah kemungkinan dikarenakan adanya ketakutan ketidaksiapan secara finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi menunggu kemapanan membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka dari itu, kesiapan menikah dapat dibicarakan sesama pasangan agar menemukan solusi bersama.

Menikah itu butuh persiapan yang matang, bukan hanya persiapan  secara materi saja. Namun mental juga harus dipersiapkan. Karena menikah adalah kata kerja bukan kata benda, jadi segala sesuatu perlu diusahakan dan diperjuangkan,

Jadi, bagaimana? Menikah dulu baru mapan atau mapan dulu baru menikah? Semoga kita semua bisa segera menemukan jodoh dan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Wallahu a’lam bi al-shawaab.

 

Oleh: Ahmad Alfan Fauzi, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

 

Exit mobile version