Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penghafal al-Qur’an di Indonesia, Monasmuda Institute Semarang kembali akan memberikan beasiswa kepada siapa saja yang mau total untuk menghafalkan al-Qur’an dan melaksanakan ajarannya. Pengasuh Pesantren Nufo, Rembang, Jateng, Ustadz Dr. Mohammad Nasih, M.Si. al-Hafidh yang juga dosen ilmu politik di FISIP UMJ dan Pascasarjana Ilmu Politik UI akan menangani langsung program ini. “Ini adalah pertaruhan saya. Sebab, ini menggunakan metode terbaru yang saya temukan. Menghafal harus tahu artinya, sehingga untuk memahami menjadi lebih mudah, dan kemudian bisa diamalkan secara konkret”, tegas suami dr. Oky Rahma Prihandani, M.Si., Med. itu.
Ayah lima anak yang sering disapai Abah Nasih atau Abana itu berharap para peserta program tahfidh ini akan menjadi muslim intelektual profesional. Di antara indikatornya adalah para penghafal al-Qur’an mampu melakukan penalaran secara rasional apa yang disampaikan al-Qur’an, bukan sekedar hafalan.
Adapun hak peserta dalam program ini adalah: penginapan di asrama Monasmuda Institute atau Pesantren NUFO (sesuai penempatan), biaya hidup berupa makan sehari tiga kali, dan perlengkapan mandi cuci. Fasilitas akan diberikan setiap awal bulan selama mengikuti program.
Untuk mendapatkan para peserta yang benar-benar memenuhi kualifikasi tersebut, syarat dan ketentuan untuk menjadi peserta berlaku, yaitu:
1. Usia dalam rentang 16-26 tahun.
2. Minimal lulus SMP (dan yang belum berpendidikan SMU dan perguruan tinggi, bersedia untuk melanjutkan studi sampai perguruan tinggi).
3. Sehat lahir batin.
4. Tidak menikah sebelum menyelesaikan hafalan.
5. Lulus seleksi yang akan dilakukan melalui wawancara tahap I melalui video call.
Calon peserta bisa menghubungi nomor kontak untuk hanya WA di 081388003569.

