Site icon Baladena.ID

Asal Mula Kebijakan PPKM: Pentingnya Menjaga Kesehatan dan pandemi Covid-19

Kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia setelah terjadi wabah virus corona dari wuhan China yang menyebar ke seluruh dunia. Di mana-mana, orang mebicarakan kesehatan. Virus corona bagaikan alat pembunuh yang sangat mengerikan bagi manusia yang menyebar begitu cepat lewat interaksi dan kontak fisik antar manusia.

Padahal, sudah seharusnya selaku umat manusia untuk menjaga kesehatan tubuh dan mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada makhlukNya. Tidak hanya saat terjadi masalah baru kita sadar bahwa menjaga kesehatan diri itu penting, kita harus mencegah hal-hal yang dapat menggangu kesehatan, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (H.R. Bukhari No.6412, dari Ibnu Abbas).

Kesehatan merupakan nikmat yang sangat penting namun sering dilupakan. Padahal kalau seseorang sakit, ia tidak dapat bergerak bebas, makanan terasa tidak enak, dan banyak pantangan yang harus dihindari ketika sakit. Apalagi kalau sakit parah, manusia tidak berdaya, tidak bisa melakukan apa-apa, dan hanya bergantung kepada orang lain. Ketika sakit, banyak orang yang baru sadar untuk mengingat tuhan dan memohon agar disembuhkan dan penyakitnya diangkat.

Ada juga orang yang menganggap Tuhan itu tidak adil dan tidak menyayangi hambanya.” Mengapa Saya diberi penyakit seperti ini Ya Allah, Apakah Engkau tidak sayang padaku?” Banyak orang yang mengeluh seperti itu. Seharusnya kita harus intropeksi diri terlebih dahulu, apakah kita ini telah berbuat dosa atau sakit ini sebagai ujian untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Wabah virus corona muncul dinegara China, tepatnya daerah Wuhan. Ada yang menyebutkan bahwa virus ini terjadi akibat kebiasaan penduduk Wuhan, China yang sering mengonsumsi daging kelalawar dan sejenisnya.

Virus ini sangat mudah menular kepada orang lain hanya dengan kontak fisik dan berbicara dengan penderita corona saja sudah dapat menyebar dan berpotensi terjangkit virus corona. Tidak hanya menyebar dichina saja tetapi sudah menyebar keseluruh negara lewat warga negara asing yang tinggal di China.

Pandemi corona membuat orang-orang diseluruh dunia ketakutan dan panik. Pasalnya corona sudah menyebar ke berbagai negara, benua sampai dunia. Pandemi corona menjadi momok menakutkan dan hot news diberbagai media seluruh dunia. Berbagai cara dilakukan oleh negara maupun masyarakat untuk mengantisipasi virus corona agar tidak menyebar, mulai dari himbauan untuk memakai masker, cuci tangan memakai sabun, menutup tempat-tempat keramaian, sampai dengan memberlakukan lock down. Semua itu dilakukan agar virus tidak menyebar luas dan melindungi kesehatan penduduknya.

Masyarakat berbondong-bondong menyerbu toko-toko, apotik, dan rumah sakit untuk membeli masker, hand sanitizer, dan alat kesehatan lainnya sampai-sampai kehabisan. Disaat masalah genting virus corona yang mendunia ini, masih saja ada orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ada banyak oknum yang memanfaatkan keadaan ini, mereka menjual masker dengan harga yang relatif mahal. Akibatnya banyak orang miskin yang tidak dapat membeli masker tersebut, padahal sesama manusia seharusnya dapat saling tolong menolong dan membantu orang-orang yang kesusahan khususnya dalam ekonomi bukan malah menyusahkan dan mempersulit orang lain.

Tidak hanya dengan masker dan hand sanitizer, salah satu cara efektif untuk menjaga diri dari virus corona adalah dengan berjemur dipagi hari. Matahari memiliki sinar ultra violet yang mengandung banyak manfaat bagi tubuh manusia yang terkena sinar matahari secara langsung, tidak terhalang oleh pakaian.

Selain itu, lock down adalah cara terbaik untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Dengan mengisolasi diri dirumah merupakan bentuk usaha untuk meminimalisir korban berjatuhan akibat virus corona. Negara mempunyai tanggung jawab untuk membiayai setiap warga dalam memenuhi kehidupan pokok sehari-hari selama masa lock down. Hanya pemerintahan kuat yang dapat melakukan lock down dalam arti sesungguhnya. Seperti di China dan negara besar lainnya, akhirnya Covid-19 dapat terselesaikan dengan cepat.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan rakyat. Akhirnya diberlakukanlah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), lalu diperpanjang menjadi PSBB Transisi, kemudian diperpanjang menjadi PSBB Ketat,  dan diperpanjang lagi menjadi PSBB Transisi 2.

Setelah PSBB belum membuahkan hasil yang memuaskan, akhirnya pemerintah membuat peraturan baru yaitu PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai dari Januari sampai Februari 2021.

Diperpanjang menjadi PPKM Mikro mulai Februari sampai Juni 2021. Kemudian diperpanjang menjadi PPKM Darurat mulai tanggal 1 sampai 20 Juli 2021. Lalu diperpanjang menjadi PPKM Level 3-4 mulai tanggal 21-25 Juli, diperpanjang lagi sampai  2 Agustus, 9 Agustus, 17 Agustus.

Dengan adanya PPKM ini, Kegiatan Masyarakat dibatasi. Masyarakat dilarang keluar rumah untuk bekerja, berjualan, berjamaah di Masjid, dan kegiatan lain yang menimbulkan kerumunan. Akibatnya Masyarakat tidak bisa mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Saat berdagang dirazia oleh Satpol-PP, didenda, dan makan hanya dibatasi 20 menit saja agar tidak membuat kerumunan.

Semua sudah terjadi, virus corona sudah tersebar kemana-mana dan kian merajalela. Kita hanya bisa berdoa, menjaga protokol kesehatan, dan mematuhi kebijakan pemerintah.

Pemerintah sudah terlambat melakukan tindakan, hari demi hari korban terus meningkat. Seharusnya Pemerintah bisa memberikan solusi atas aturan  yang dibuat. Tidak hanya menyuruh masyarakat diam dirumah dengan menjaga protokol kesehatan, tetapi Pemerintah juga harus menjamin hidup rakyat kecil yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika tidak bekerja.

jika ingin virus Corona ini cepat selesai, Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam menyelesaikan masalah Covid-19 ini. Masyarakat patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, sedangkan pemerintah memberi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Negeri ini sebenarnya kaya, tapi tidak bisa dikelola dengan baik karena SDM yang kurang memadai.

Sudahlah, yang terjadi biarlah terjadi, kita hanya dapat mengambil pelajaran atas terjadinya virus corona ini dan tetap menjaga protokol kesehatan. PPKM terus diperpanjang entah sampai kapan, semoga saja bisa cepat berakhir.

Menjaga kesehatan itu penting, jangan menunggu datangnya musibah baru kita sadar betapa pentingnya kesehatan diri. Lebih baik sedia payung sebelum hujan. Sehat itu mahal, jadi gunakanlah masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Exit mobile version