Site icon Baladena.ID

Apa Sih Bedanya Perempuan dan Wanita?

Manusia di ciptakan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi untuk berkiprah dan menegakkan agama islam. Supaya manusia bisa berperan dan menjalankan kewajiban yang di perintahkan oleh-Nya. Sebab, manusia tidak akan lagi percaya pada dirinya sendiri jika ia tidak memiliki peran dan kekuasaan untuk melakukan aktivitas. Dan hilang akan peran yang seharusnya dijalankan. Sejauh ini orang-orang salah menyebutnya antara perempuan dan wanita.

Pernahkan kalian berfikir kenapa bangsa Indonesia menyebutnya dengan sebutan ibu pertiwi? Kenapa tidak bapak pertiwi? Kenapa disebutkan dengan nenek moyang? Kenapa tidak bapak moyang? Beberapa frasa menyebutkan bahwa betapa mulianya sebutan perempuan dibandingkan dengan sebutan wanita. Nah, penulis akan menjelaskan tentang perbedaan antara perempuan dan wanita.

Secara etimologis, istilah wanita berasal darai bahasa sansekerta, yang memiliki arti yang diinginkan. Dalam hal ini, wanita bukan merujuk antara laki-laki dan perempuan, tetapi di tempatkan sebagai objek.

Kata wanita dalam bahasa jawa wani ditata yang berarti bisa diatur. Wanita tidak bisa memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu, hanya saja menjalankan instruksi, tidak bisa memberontak dalam melakukan aktivitas. Hal ini merujuk pada keputrian atau sifat dari orang jawa yang sering menyebutkan, bahwa perempuan itu, lemah lembut, tunduk, halus, patuh dan itu sangat menyenangkan suami. Dengan tradisi kekunoan jawa inilah yang masih feodal dan sering kali menempatkan perempuan di ranah domestik.

Perempuan secara epistimologi yaitu per-empu-an (empu) yang berarti mampu. Jadi, secara epistimologi perempuan merupakan seseorang yang melakukan sesuatu. Perempuan mampu untuk melakukan sesuatu dengan peran yaitu sebagai, anak, istri, ibu rumah tangga, dan anggota masyarakat. Dalam hal tersebut perempuan adalah orang yang dihormati dalam kerajaan dulu.

Secara ontologi, perempuan dan wanita adalah makhluk yang di ciptakan oleh Allah di bumi yang secara alamiah memiliki vagina, rahim, panyudara, menstruasi, mengandung, melahirkan, dan memberikan ASI (Air Susu Ibu) untuk sang anak.

Sedangkan secara aksiologi, perempuan dan wanita dapat diartikan sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah di muka bumi dengan sifat memehuni alam serta menjalankan perannya sebagai perempuan dengan memiliki sifat ke-ibuan.

Sifat ke-ibuan inilah yang yang melekat pada diri seorang perempuan yang mempunyai sifat pengasih dan penyayang semua makhluk.Sifat inilah yang membuat perempuan lebih peka terhadap peran yang dimilikinya.

Sesuai makna filosofi diatas perbedaan antara perempuan dan wanita lebih tepat digunakan kata perempuan. Sebab, perempuan menggambarkan mempunyai sel telur yang bermakna positif. Sedangkan kata wanita yang seharusnya tidak digunakan karena cenderung bermakna negatif yang memposisikan manusia sebagai objek tanpa kebebasan. Wallahu alam bi al-shawaab.

Oleh: Ulfaturrohmah
Ketua Bidang PP Komisariat Hasyim Asyari 2019/2020

Exit mobile version