Site icon Baladena.ID

Apa Saja Kejadian di Bulan Dzulhijjah?

Bulan Dzulhijjah adalah bulan keduabelas dan terakhir dalam penanggalan hijriyah. Umat Islam berbeda pendapat dalam menentukan awal Zulhijah. Ada yang menggunakan hisab, rukyah, maupun mengikuti penetapan awal Zulhijah di Arab Saudi.

Namun, untuk menetapkan bulan Zulhijah dengan tepat, maka metode rukyat dan hisab tidak boleh dipisahkan. Dan yang paling utama, penetapan dalam bulan-bulan hijriyah sunnahnya ialah dengan kasat mata atau tanpa menggunakan alat bantu apapun.

Pasti mayoritas masyarakat yang dikamung lebih tau bulah dzulhijjah dengan sebutan bulan haji atau bulan sembelih, bulan ini memilii istiwa yang mana ada beberapa kejadian menarik dimasa lampau yang terjadi bulan dzulhijah apa saja kejadiannya? Saya harap kejadian kejadian ini menambah intelektual umat islam dan menambah keimanan mereka juga. Aamiin

Pertama, Nabi pertama sekaligus manusia pertama yang turun ke bumi yang diampuni Allah SWT.
Nabi Adam yang telah melakukan kesalahan dengan memakan buah terlarang diturunkan Allah SWT dari surga ke bumi bersama istrinya Hawa. Pada tanggal 1 Dzulhijjah, kesalahan dua insan yang pertama kali menginjak bumi itu diampuni oleh Allah SWT. Oleh karena itu, seperti halnya Nabi Adam yang digoda oleh Iblis.

عن ابن عباس رضي الله عنه. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

“ما من عمل أهم من عشرة أيام من شهر ذلحجة ، قالوا (الصحابة): يا رسول الله ، أليس في سبيل الله جهاد؟” نفسا ومال في سبيل الله. فالله لا يرجع بشيء. (رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وأحمد).

Artinya:
“Dari Ibnu Abbas ra. Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada amal yang lebih utama daripada sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab. “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seorang laki-laki keluar dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah kemudian ia tidak kembali membawa sesuatu.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Kedua, Doa Nabi Zakaria Dikabulkan

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Ali-Imran: 38).

Nabi Zakaria pantang menyerah untuk berdoa kepada Allah SWT agar istrinya yang mandul melahirkan seorang putra. Berkat kesabaran dan kegigihan Nabi Zakaria dalam menghadapi ujian, Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Zakaria itu pada tanggal 3 Dzulhijjah saat umurnya sudah 120 tahun.

Ketiga, Allah Perintahkan Nabi Ibrahim untuk Membangun Ka’bah
Sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 127,

“Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan Kami, terimalah dari kami (amal kami). Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Pada tanggal 8 Dzulhijjah, Allah SWT memerintahkan pembangunan Ka’bah kepada Nabi Ibrahim yang setelah diselesaikan membuat Nabi Ibrahim merenungi apakah yang dilakukan mendapat pahala atau tidak.

Oleh karena itu, tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai yaum al-tarwiyah yang artinya hari merenung dan berpikir. Di tanggal itu pula, Nabi Ibrahim memikirkan tentang mimpinya menyembelih Nabi Ismail, apakah itu berasal dari Allah SWT dan hanya godaan setan.

Oleh: Syukur Abdillah, Mahasiswa HKI UIN Walisongo Semarang

Exit mobile version