Serial Layangan Putus menjadi tranding di media sosial. Tentu tak ketingalan para netizen turut membicarakan adegan per adegan yang ditayangkan. Mulai dari gemesnya Mbak Lydia, gantengnya Mas Aris, cerdiknya Mbak Kinan, hingga pemain lainnya. Itu menjadi komposisi lengkap bahasan saat ngopi.
Kisah Mas Aris dan Mbak Kinan diawali dengan penuh kasih cinta mesra yang mereka bangun yang mungkin pada saat pacaran, mereka berjanji sehidup semati akan bersama. Hhhmmm….
Namun, dipertengahan jalan kisah cinta rumah tangga mereka terjadi gejolak dengan muncul insan yang cantik yaitu Mbak Lydia Danira. Bergetarlah hati Mas Aris kepada Mbak Lydia. Singkat cerita, Mas Aris main belakang dengan Mbak Lydia hingga ketahuan sama Mbak Kinan istri Mas Aris.
Selintingan-selintingan yang penulis dapat dan beberapa liat potongan video di Tiktok, penulis menyoroti dengan kata “andai saja dalam rumah tangga Mas Aris dan Mbak Kinan didasari rasa saling ditakuti baik Mas Aris takut ke Mbak Kinan pun juga sebalikknya”.
Seperti yang yang disampaikan Niccolo Machiavelli. Yakni, “manusia akan membela orang ditakuti, dibandingkan yang mereka cintai. Rasa takut tak akan pernah gagal.”
Tentu jika dalam rumah tangga mereka disadari rasa “ditakuti” satu dengan lain, pasti Mas Aris tidak akan kehilangan 5M untuk membelikan penthouse yang diberikan ke Mbak Lydia dan sejumlah uang yang ditransfer. Dan rumah tangga mereka tetap aman, tidak ada Mbak Lydia yang ikut menikmati kemesraan Mas Aris.
Dalam buku Il Prince juga dijelaskan, manusia tidak segan-segan membela orang yang ditakuti ketimbang yang ia cintai, karena jika atas hasrat cinta, rantai cinta itu akan memudar seiring cinta itu didapat. Sebaliknya rasa takut, tak pernah gagal.
Maka, perlunya dominasi atsmosfer “ditakuti” baik dalam kepemimpinan, sosial, rumah tangga, dan sifat karakteristik manusia. Mas Aris dan Mbak Kinan jika rumah tanngga kalian membaik, coba gunakan konsep dari Niccolo Machiavelli. Juga buat kita semua, baik yang sudah berumah tangga, dan akan membangun rumah tangga. Yang jomblo jangan, pasangan aja gak punya.
Penulis: Safff

