Site icon Baladena.ID

Anak Terlambat Bicara Belum Tentu Autisme

 

Anak yang terlambat bicara jangan langsung  di cap sebagai anak autisme. Mungkin ada faktor lain yang membuat anak itu terlambat bicara di banding dengan anak seusianya.

Keterlambatan itu bisa dideteksi apabila kemampuan bicara anak terlambat lebih dari tiga bulan dari perkembangan yang seharusnya, begitu yang dijelaskan pakar pengobatan tradisional Cina, Master Wong, dalam bukunya “A Soul of Healing”. Seperti anak berusia 1 tahun memiliki kamampuan bicara yang setara dengan bayi 9 bulan. Kemampuan bicara mencakup 2 hal, yaitu :

  1. Ekspresif, yakni pengungkapan gagasan atau perasaan baik dengan kata-kata maupun badan seperti menangis atau tertawa
  2. Reseptif atau pengungkapan lewat bahasa.

Perkembangan usia normal berbicara  pada anak yakni:

  1. Usia 0-6 bulan

Saat bayi lahir bisanya hanya menangis agar orang-orang disekitarnya tahu keinginannya. Pada usia 2-3 bulan si kecil sudah mendengarkan suara sang ibu, melihat wajah sang ibu, melihat ketika sang ibu berbicara dan merespons jika di ajak bicara. Bayi juga dapat bersuara sederhana seperti   “aaaah” dan “uuuhh” yang dikenal dengan istilah cooing. Ketika ia memasuki usia 6 bulan akan mulai mengasah kemampuan berbicara dengan mengatakan suku kata saja, seperti ‘ma- ma’ atau ‘pa- pa’.

  1. Usia 6-12 bulan

Bayi sudah mulai paham nama orang dan benda di sekitar, bahkan sudah bisa mengucapkan sepatah kata dan memahami kata tersebut seperti mengatakan “ya, tidak, habis”. Bayi juga akan mulai dengan babbling (mengulang-ulang gabungan huruf mati dan huruf hidup seperti “baba”, “mama”, “kaka”, “gaga” ). Usia 9 bulan si bayi sudah bisa mengerti beberapa perintah sederhana, Seperti mengajak bayi untuk melihat suatu obyek.

  1. Usia 8-24 bulan

Si bayi sudah bisa memulai berbicara dengan satu kalimat sederhana setidaknya terdiri dari dua kata. Sebanyak 50% kata-kata yang keluar dari mulut si bayi sudah dapat dimengerti saat menginjak usia 2 tahun. Mungkin salah satu faktor terjadi keterlambatan bicara salah satunya adalah gagguan pendengaran, seperti tidak menoleh ketika dipanggil namanya saat usia 6 bulan dan tidak ada  babbling diusia tersebut.

Kasus lain yang sering terjadi adalah akibat Global Delay Development atau keterlambatan perkembangan psikomotor umum, down syndrome, kelainan saraf sensorik untuk pendengaran, atau autisme. Faktor lain yang bisa memicu anak terlambat berbicara adalah kelainan organ bicara, misalnya lidah lebih pendek sehingga cadel.

Mitos lain mengatakan anak perempuan lebih cepat berbicara dibanding anak laki-laki. Fakta itu tidak benar, karena kemampuan bicara mengacu pada perkembangan normal anak. Anak yang lebih banyak bergerak atau hiperaktif biasanya agak sulit berkonsentrasi dan cenderung tidak memperhatikan sehingga kemungkinan mengalami terlambat bicara.

Selain itu, anak yang tunarungu pasti juga tunawicara sehingga perhatian orang tua akan ketidak normalan anak sangat dibutuhkan sejak dini agar bisa menyiapkan alat bantu sejak awal. Bila orang tua tidak menyadari hal itu, anak akan tertinggal dalam segala hal, mulai dari pendidikan hingga pergaulan.

 

Oleh : Rosyidah Nur Husainiyah, Mahasiswa Fakultas FITK UIN Walisongo Semarang

Exit mobile version