Site icon Baladena.ID

Aku Memilih Dia (m)

Senja padam dihatiku. Meleburkan harap yang tersimpan, menanam kecewa yang tak sanggup diungkapkan.

Nampaknya, ada yang sedang tidak baik-baik saja. Mungkin kita paham, namun nalar kita padam. Kini ku memilih dia (m).

Raga termenung di rumah, pikiran terbang tak tentu arah. Bukan sebuah masalah diam di rumah tanpa kegiatan berarti. Anggaplah pembiasaan sendiri, sebab sepi akan jadi kawan baik untuk kini esok dan nanti.

Bila pun berujung kecewa, tetap ku anggap sebagai peristiwa paling istimewa.

Rasa sakit ada untuk menguatkan. Meski tak sengaja kini telah terpecahkan. Aku perlu waktu. Membenahi hati sebelum nantinya kembali terisi.

Semoga cepat pergi rasa sakit yang terlarut, pekat duka yang tak jua kunjung surut. Harap sabar, jangan menuntut. Aku akan pulang, meski imun dan perhatianku kian berkurang.

Exit mobile version