Mengandalkan struktur kepengurusan HMI untuk merebut kekuasaan sudah bukan zamannya lagi. Ketua Umum PB HMI terakhir yang langsung mendapatkan “jatah” dalam struktur kekuasaan adalah Anas Urbaningrum. Setelah itu, Ketua Umum PB HMI, Ketua Umum Komisariat, atau hanya sekedar LK I, bahkan yang hanya lulusan SMU, berkompetisi secara sama untuk memenangkan kompetisi perebutan suara dalam Pemilu, karena sistem Pemilu sudah berubah sangat drastis. Dan dalam sistem Pemilu yang baru ini, kapital finansial juga sangat diperlukan, bahkan bisa dikatakan sangat mendominasi.
Karena itu, kader-kader HMI harus mempersiapkan diri, bukan hanya dengan kemampuan intelektual dan kepemimpinan yang andal, tetapi juga modal finansial yang cukup. Sebab, biaya politik untuk melakukan perebutan kekuasaan politik secara benar, dengan melakukan pendidikan politik, lebih mahal dibandingkan money politic. Untuk menghadapi realitas politik yang demikian, kemampuan membangun wirausaha harus menjadi salah satu kualitas kader, agar benar-benar siap menghadapi situasi dan kondisi politik mutakhir, sehingga kualitas intelektual dan kepemimpinan kader HMI benar-benar bisa diaktualisasikan, untuk mewujudkan tujuan HMI, “Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridlai Allah Swt..” Sebab, jalur politik adalah jalur paling strategis untuk mewujudkan tujuan akhir HMI.
Untuk menyiapkan kader-kader dengan kualitas yang lengkap, maka Monasmuda Institute Semarang bekerjasama dengan Pesantren Planet NUFO Rembang akan menyelenggarakan training kewirausahaan khusus untuk kader HMI di seluruh Indonesia pada 5-8 Agustus 2022. Adapun syarat mengikuti training ini adalah foto KTP/SIM, piagam LK I atau rekomendasi dari komisariat, mengirimkan permohonan menjadi peserta lengkap dengan biodata singkat yang berisi, nama, fakultas, semester, universitas, dan jabatan dalam struktur kepengurusan HMI, dikirim ke: 081388003569 paling lambat tanggal 4 Agustus 2022. Adapun biaya mengikuti traning ini adalah Rp. 700.000,00. Yang mengalami kendala biaya, bisa mengajukan beasiswa untuk keringanan atau pembebasan. (AH)







