Peran Santri dalam Menjunjung Tinggi NKRI

Santri , mendengar kata itu,mungkin orang akan menggambarkan sosok alim,berpeci,bersarung,berjilbab nampak anggun nan santun. Mereka (para orang awam) beranggapan santri adalah orang yang taat agama, kolot, tidak boleh begini tidak boleh begitu, jadul, gak update, ketinggalan zaman, gaptek dan banyak lagi.

Tanpa mereka sadari,sebenarnya para santri memiliki peranan penting bagi negarat Kita ini. Santri memiliki peran dan tugas penting yang harus dipersiapkan dan diperjuangkan seperti masalah tentang ideologi agar para masyarakat tidak salah faham dalam mengartikan sesuatu masalah baik dalam sosial keagamaan atau lainya.

Maka dari itu pondok pesantren zaman sekarang tak sedikit yang sudah ada sekolah (pelajaran umum) bahkan sekolah di pesantren tak kalah unggul dengan sekolah sekolah umum diluar sana Di pesantren, santri diajarkan agama, tasawuf, adab (sopan santun), ilmu fiqih, tafsir qur’an dan banyak lagi yang berhubungan dengan spiritual, hal ini dapat mendorong dan menambah nilai SI(spiritual Intelligence) para santri. Belum lagi pesantren yang ada sekolahnya, para santri selain diajari ilmu agama juga diajari ilmu tentang pelajaran – pelajaran umum seperti sains, sastra, teknologi, dan ilmu umum lainya. Dengan begitu, para santri dapat mengimbangi tuntutan zaman.

Posisi yang diduduki santri pasca menjadi alumni pesantren semakin hari semakin positif. Santri menjadi lulusan yang berperan banyak dalam kehidupan sosial maupun kebangsaan dan mulai mengambil peran dalam jabatan-jabatan publik. Pendidikan pesantren sudah jauh dari kesan kuno yang hanya dipandang berkutat dengane persoalan akhirat dan lulusan yang menganggur.

Pernakah kalian melihat film “sang kiai” di dalam film tersebut telah digambarkan tentang seorang ulama’ (Kh. Hasyim Asyari)bersama para santrinya dalam resolusi jihad yang berjuang dan berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini lah yang menjadi tonggak awal peran santri bagi bangsa dimulai .

Dan tahukah kalian presiden ke 4 republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau yang lebih sering disapa “gus dur” beliau tak lain adalah cucu dari Kh. Hasyim

Asya’ri pendiri pondok pesantren Tebu Ireng Jombang sekaligus tokoh pendiri nahdlatul Ulama’ jadi. Tak lain dan tak bukan beliau adalah seorang santri.

Begitupun dengan wakil presiden kita saat ini Kh. Ma’ruf Amin beliau juga alumni dari pondok pesantren Tebu Ireng jombang . nah jadi ! masih ragukah kalian dengan para santri setelah deskripsi yang saya sampaikan tadi ?

Untuk para santri , masih kah kalian berkecil hati dengan perkataan orang – orang di sekitar kalian ?

Akhirnya kita juga patut bersyukur karena dalam peringatan Hari Santri Tahun 2019 terasa istimewa dengan hadirnya UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan tapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian pada masyarakat.

Biodata Penulis:

Nama :Linda Amelia Fernanda

Alamat :Ds.Cangkring Kec.Bluluk Kab.Lamongan

Dilegasi :Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’alimin

Ds.Nguwok Kec.Modo Kab.Lamongan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *