Katib Syuriah NU China Buka Pelatihan Wirausaha untuk Aktivis Mahasiswa dan Santri

Pulang dari China setelah menyelesaikan studi pascasarjana bidang hukum di Shanghai, bersama istrinya yang juga lulusan China, tepatnya bidang ekononi di Jilin, Ustadz Suudut Tashdiq bertekad mengembangkan pertanian dan peternalan terintegrasi. Dia ingin para aktivis mahasiswa dan terutama santri berdaya secara ekonomi, tidak tergantung pada para kapitalis jahat dan juga ummat. Bapak anak satu itu menemukan tempat yang sangat strategis di Desa Mlagen, Pamotan, Rembang. Tepatnya di Pesantren Nurul Furqon.

Istrinya, Ustadzah Hidayatur Rohmah, yang juga mantan aktivis mahasiswa, fokus mengurus program tahfidh yang kini diikuti oleh puluhan santri dewasa dari berbagai penjuru nusantara. Sedangkan Gus Suud membangun ketrampilan hidup para santri dengan membangun peternakan domba. Menariknya, usaha ini diintegrasikan dengan pertanian. Dan akhir-akhirnya, ditemukan rantai baru dalam integrasi itu berupa budidaya maggot. Kotoran domba yang biasanya langsung difermentasi dan dijadikan sebagai pupuk organik, kini dijadikan sebagai media maggot. Dan baru setelah itu, kasgot (bekas maggot) dijadikan sebagai pupuk dengan kualitas yang jauh lebih menguntungkan.

Berbekal pengalaman bersama para santrinya itu, Gus Suud membuka pelatihan bagi para aktivis mahasiswa dan santri. “Karena latar belakang saya NU dan HMI, maka saya mau fokus dulu pada para aktivis HMI dan para santri di pesantren NU. Namun, yang lain juga boleh ikut”, demikian katanya membuka peluang kepada semua golongan.

Siapa saja aktivis HMI dan santri yang ingin mengikuti program ini, bisa langsung menghubungi Ustadz Suud di nomor HP beliau: +62 812-2978-1515.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *