Site icon Baladena.ID

4 Kunci Pembuka Pintu Rezeki dalam Perspektif Al-Quran

Baladena.ID

Karunia dan barakah dari Allah ada pada segala waktu. Baik pagi, siang maupun malam. Namun ada satu waktu yang sangat istimewa yang Allah jadikan sebagai waktu untuk menuai Rezeki. Yaitu adalah waktu pagi. Sebagaimana ungkapan orang Arab, barakah ada pada waktu pagi (albarakatu fi bukuriha). Keberkahan Subuh juga membuka pintu-pintu rezeki Allah Swt. yang telah dihamparkan-Nya di hari itu. Kerana itu, Allah menyeru kepada kaum Muslim untuk menyambut rezeki-Nya dengan bersegera bangun pagi.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan imam Ahmad dan al-Baihaqi, diceritakan bahwa ketika Rasulullah Saw pulang dari Masjid Nabawi untuk shalat Subuh, beliau mendapati puterinya, Fatimah, masih tertidur. Lalu, dengan penuh kasih sayang, lantas beliau menggerakkan badan puterinya kemudian berkata, ”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”

Kita telah mengetahui waktu untuk menjemput rezeki. Namun, seyogyanya kita juga mengetahui apa saja yang menjadi kunci pembuka pintu-pintu rezeki. Ibarat sebuah rumah yang tak akan bisa masuk ke dalam rumah tersebut apabila kita tidak lebih dahulu membuka kunci yang mengunci pintu rumah itu. Lalu apa saja kunci pembuka pintu rezeki itu?

Pertama, sering beristighfar dan Bertaubat. Bisa saja dosa yang kita punya menjadi penghalang mengapa rezeki itu tidak lantas sampai. Maka dari itu, yang pertama harus dilakukan adalah membersihkan diri dari dosa dengan cara beristighfar dan bertaubat. Sebagaimana firman Allah Swt dalam al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا

niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوٰلٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهٰرًا

dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Lantas bagaimana bertaubat itu? Taubat hendaknya dilakukan dengan penuh kesungguhan. Yakni dengan cara menahan diri dari perbuatan maksiat, menyesali perbuatan yang terlanjur dilakukan, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi dan bila terkait dengan hak sesama, hendaklah meminta kerelaan orang yang dirugikan, baik dengan mengembalikan barangnya atau meminta maaf darinya.

Kedua, Takwa dan tawakal.Di antara pengertian takwa dan tawakal adalah ridha dengan rezeki yang Allah berikan dan merasa cukup (tidak berlebihan/qona’ah). Secara amaliah, ketakwaan dan ketawakalan akan membawa seseorang bersikap hati-hati karena merasa Allah selalu mengawasi apa yang dilakukannya. Hal ini telah Allah jelaskan dalam al-Quran surat at-Thalaq ayat 2 sampai 3.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, (Q.S. 65 : 2)

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ اللَّهَ بٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. (Q.S. 65 : 3)

Ketiga, Sedekah. Amaliah ini adalah amaliah yang ringan namun banyak orang yang sukar mengerjakannya. Padahal Allah Swt telah menjanjikan harta yang berlipat ganda bagi orang yang mau menyedekekahkan hartanya. Allah Swt berfirman dalam Qs. Al-Baqarah ayat 261,

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَاللَّهُ وٰسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (Q.S. 2 : 261)

Jadi tidak usah khawatir harta yang dimiliki akan berkurang karena pada hakikatnya harta itu akan bertambah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang bersedekah. Allah Swt berfirman,

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِينَ

Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. (Q.S. Saba : 39)

Keempat, berhijrah di Jalan Allah. Diantara pengertian berhijrah adalah rela meninggalkan sesuatu yang buruk untuk melakukan sesuatu yang baik atau meningkatkan kualitas amal ibadah menjadi lebih baik. Misalkan rela meninggalkan pekerjaan yang buruk (haram) walaupun dengan gaji atau upah yang besar dan menggantinya dengan pekerjaan yang halal. Allah Swt berfirman,

وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِى الْأَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Q.S. 4 : 100)

Demikianlah amalan-amalan yang menurut al-Quran adalah kunci pembuka pintu rezeki. Dengan melaksanakan perintah Allah dalam al-Quran niscaya hidup kita akan lebih terarah dan orientasi rezeki kita menjadi baik sebagaimana cara mendapatkannya. Rezeki datangnya dari Allah, maka sudah seharusnya kita meminta kepada Allah dan patuh kepada aturan-aturan Allah Swt. Wa allahu a’lamu bi al-Shawab

Exit mobile version