*Semarang*- Fenomena eksistensi perempuan dalam setiap lini kehidupan selalu menjadi sorotan, termasuk dalam ranah politik. Keberadaan perempuan yang memiliki akses berpolitik jelas diperlukan untuk menyuarakan ide gagasan dan isu keperempuanan. Mempertahankan posisi kekuasaan agar terus mampu berkiprah menyuarakan hak perempuan tentu saja menjadi pe-er tersendiri di lingkungan politik yang notabene “dihegemoni” oleh kaum laki-laki.
Data tertinggi penduduk di Jawa Tengah khususnya, diisi oleh generasi Z berjumlah 4.643.081 laki-laki dan 4.380.649 perempuan dan generasi milenial berjumlah 4.639-273 laki-laki dan 4 485.773 perempuan. Semakin banyaknya perempuan generasi Z dan milenial yang akan meramaikan pemilihan tahun 2024, dibutuhkan pendidikan politik khusus perempuan dalam menentukan pemimpin ke depannya.
Demi terwujudnya pemilih perempuan yang berkualitas, Kohati Badko HMI Jateng D.I. Yogyakarta mengundang tiga narasumber perempuan, yaitu anggota DPD RI Casytha A. Kathmandu, SE, M. Fin I, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Inna Hadianala, SE dan Founder Indonesia Mampu yang juga menjabat Ketua Umum Kohati PB HMI periode 2010-2012 Ayunda Endah Cahya Imawati untuk berbicang hangat dalam forum bertemakan “Pendidikan Politik Perempuan, Saatnya Generasi Milenial Memilih” di Wisma Pemda Provinsi Jawa Tengah, Jumat (09/23)
Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol yang diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Sulistyo Yuliutomo S Sos dan Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Kanda Nur Kholis. Acara yang dikemas dengan format diskusi panel ini diawali dengan penampilan Tari “Semarang Koco-Koco” oleh para kader Kohati HMI Koorkom Walisongo. Ayunda Siti Izha Nurdianti, Ketua Umum Kohati Badko HMI Jateng-DIY dalam sambutannya turut menyampaikan gagasan pentingnya politik dalam penentu kebijakan. “Secara global para perempuan sudah menyerukan kesetaraan berpolitik melalui Covention on Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women (CEDAW) negara-negara anggota PBB melaksanakan konvensi persamaan hak bagi peremuan dan laki-laki
di segala aspek kehidupan dimana salah satu bentuk implentasi keputusannya berupa keterwakilan kaum perempuan dalam lingkaran politik.” tuturnya.
Di sesi akhir, acara ditutup dengan Mimbar Ekspresi “Gerak Kebangkitan Ekonomi dan Politik Perempuan” dan parade puisi oleh para kader Kohati HMI Cabang Semarang. Puisi Cordova karya H. Yunan Helmi Nasution, Aku Melihat Indonesia karya Bung Karno, Kau Ini Bagaimana atau Aku yang Harus Bagaimana karya Gus Mus dan Puisi Perempuan dan Ketidaksetaraan bergema di seluruh sisi ruangan sebagai wujud suara dan dorongan Kohati Badko Jateng-DIY dalam mengawal perempuan dan politik serta mewujudkan pemilih perempuan yang berkualitas.
*Semarang*- Fenomena eksistensi perempuan dalam setiap lini kehidupan selalu menjadi sorotan, termasuk dalam ranah politik. Keberadaan perempuan yang memiliki akses berpolitik jelas diperlukan untuk menyuarakan ide gagasan dan isu keperempuanan. Mempertahankan posisi kekuasaan agar terus mampu berkiprah menyuarakan hak perempuan tentu saja menjadi pe-er tersendiri di lingkungan politik yang notabene “dihegemoni” oleh kaum laki-laki.
Data tertinggi penduduk di Jawa Tengah khususnya, diisi oleh generasi Z berjumlah 4.643.081 laki-laki dan 4.380.649 perempuan dan generasi milenial berjumlah 4.639-273 laki-laki dan 4 485.773 perempuan. Semakin banyaknya perempuan generasi Z dan milenial yang akan meramaikan pemilihan tahun 2024, dibutuhkan pendidikan politik khusus perempuan dalam menentukan pemimpin ke depannya.
Demi terwujudnya pemilih perempuan yang berkualitas, Kohati Badko HMI Jateng D.I. Yogyakarta mengundang tiga narasumber perempuan, yaitu anggota DPD RI Casytha A. Kathmandu, SE, M. Fin I, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Inna Hadianala, SE dan Founder Indonesia Mampu yang juga menjabat Ketua Umum Kohati PB HMI periode 2010-2012 Ayunda Endah Cahya Imawati untuk berbicang hangat dalam forum bertemakan “Pendidikan Politik Perempuan, Saatnya Generasi Milenial Memilih” di Wisma Pemda Provinsi Jawa Tengah, Jumat (09/23)
Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol yang diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Sulistyo Yuliutomo S Sos dan Ketua Umum Badko HMI Jateng-DIY Kanda Nur Kholis. Acara yang dikemas dengan format diskusi panel ini diawali dengan penampilan Tari “Semarang Koco-Koco” oleh para kader Kohati HMI Koorkom Walisongo. Ayunda Siti Izha Nurdianti, Ketua Umum Kohati Badko HMI Jateng-DIY dalam sambutannya turut menyampaikan gagasan pentingnya politik dalam penentu kebijakan. “Secara global para perempuan sudah menyerukan kesetaraan berpolitik melalui Covention on Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women (CEDAW) negara-negara anggota PBB melaksanakan konvensi persamaan hak bagi peremuan dan laki-laki
di segala aspek kehidupan dimana salah satu bentuk implentasi keputusannya berupa keterwakilan kaum perempuan dalam lingkaran politik.” tuturnya.
Di sesi akhir, acara ditutup dengan Mimbar Ekspresi “Gerak Kebangkitan Ekonomi dan Politik Perempuan” dan parade puisi oleh para kader Kohati HMI Cabang Semarang. Puisi Cordova karya H. Yunan Helmi Nasution, Aku Melihat Indonesia karya Bung Karno, Kau Ini Bagaimana atau Aku yang Harus Bagaimana karya Gus Mus dan Puisi Perempuan dan Ketidaksetaraan bergema di seluruh sisi ruangan sebagai wujud suara dan dorongan Kohati Badko Jateng-DIY dalam mengawal perempuan dan politik serta mewujudkan pemilih perempuan yang berkualitas.

