Site icon Baladena.ID

Optimalisasi Generasi Muda dalam Mengisi Perubahan di Era Pandemi

Sebagai upaya untuk mencegah covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring. Lalu Bagaimana optimalisasi generasi mudah dalam era pandemi ini?

Pengalaman dan pembelajaran semasa pandemi adalah model agar lebih tangguh menghadapi segala macam situasi. Jika saat ini sulit beradaptasi, berikutnya bisa lebih siap. Tanpa adanya pandemi pun, dinamika tren global perlu kita antisipasi, kemajuan pesat teknologi, pergeseran sosio-kultural, perubahan lingkungan hidup, dan perbedaan dunia kerja masa depan. Pandemi semakin memantapkan bahwa generasi muda kita harus bersiap mengisi perubahan. Untuk itu Kemendikbud mencanangkan kebijakan Merdeka Belajar. Salah satu esensi merdeka belajar adalah menggali potensi terbesar para guru dan murid untuk berkreasi dan berinovasi agar pembelajaran dapat bermanfaat sepanjang hayat.

Merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir dan hanya pelajar yang memiliki keenam profil pelajar Pancasila yang akan mampu memanfaatkan kemerdekaan berpikir dengan baik untuk meraih masa depan yang mereka citakan. Enam ciri utama pelajar Pancasila adalah bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, gotong royong dan berkebhinekaan global.

Kecintaan generasi muda terhadap Tanah Air perlu selalu ditanamkan. Namun, yang terpenting untuk saat ini adalah mengingat bahwa yang sederhana, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Generasi muda mampu menciptakan terobosan melalui inovasi. Inovasi bukanlah semata bicara hasil, tapi sebuah rangkaian proses yang dapat dimulai dari gagasan sekecil apapun.

Permasalahan saat ini adalah bagaimana kita bisa mengoptimalisasikan generasi muda melakukan perubahan di era pandemi dengan memanfaatkan teknologi akan tetapi tidak menurunkan akhlak dari generasi muda. Oleh karena itu, ada beberapa solusi yang harus diterapkan oleh generasi muda untuk bisa melakukan perubahan yang baik di era pandemi saat ini.

Pertama, harus punya sasaran yang jelas terukur, jika tidak bisa diukur, tidak tahu seberapa jauh sudah mencapai kemajuan. Kedua , mental juara yang siap gagal. Jika tidak mampu menyikapi kegagalan sebagai pembelajaran yang berharga, tantangan baru akan selalu terlihat sebagai risiko, bukan peluang. Ketiga, keyakinan yang tak terbendung. Keyakinan bahwa semua masalah, sebesar atau serumit apapun, pasti ada solusinya.

Sehingga kita jangan pernah lengah walaupun dalam kondisi pandemi saat ini, tunjukan pada dunia bahwa kita bisa melakukan perubahan dengan memanfaatkan teknologi dan membekali diri. Jangan patah semangat generasi muda Indonesia terus kembangkan potensi diri dan selalu update karena itu merupakan kunci kesuksesan bangsa terletak pada mereka kita harus kerja cerdas dan kerja keras untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Exit mobile version